Halo, Assalamu’alaikum wr. wb.
Nama lengkap Saya Rahma Dwi Abadianti dan biasa dipanggil Rahma atau Ama. Terlahir sebagai anak bungsu dengan satu saudara kandung, Saya gemar menonton film sejak menginjak umur 12 tahun. Bermula dari ajakan teman saat itu, perlahan saya mulai menikmati dan menemukan hal-hal yang mengasyikkan saat saya menonton film.
Seingat saya, film pertama yang saya tonton adalah Perempuan Berkalung Sorban dengan Revalina S. Temat dan Reza Rahadian sebagai pemeran utamanya. Film tersebut disutradarai oleh Hanung Bramantyo.
Saya menonton film via netbook, tentunya bersama teman-temanku yang membuat hal tersebut menjadi lebih seru dan menyenangkan. Film yang saya tonton saya dapatkan melalui teman, berbagi lewat flashdisk. Sejak saat itu, saya selalu menanyakan kepada mereka film apa saja yang mereka punya dan mungkin belum saya tonton. Karena pada masa itu saya hanya tahu menonton film lewat bioskop.
Film yang saya dapatkan dari teman saya memiliki genre yang beragam. Mulai dari drama, romansa, aksi, komedi bahkan sampai film horror yang cukup menegangkan apabila saya menontonnya. Saya tak hanya menonton film dalam negeri, tak jarang saya juga menonton film-film luar negeri.
Banyak hal-hal baru dan pembelajaran yang saya peroleh dari menonton film. salah satunya, bahwa kita dapat memulai hal-hal baik bagi orang di sekitar kita melalui hal-hal kecil dan sederhana yang kerap kali terlewatkan. Misalnya, melempar senyuman kepada orang yang kita kenali kadang juga dapat membuat orang tersebut merasa lebih baik atau dengan berbagi kursi kendaraan umum dengan orang yang dirasa lebih membutuhkan seperti lansia ataupun ibu hamil.
Sebenarnya masih banyak hal yang dapat kita pelajari hanya dari menonton film. Dari menonton film saya juga belajar tentang apa itu keluarga, bagaimana keluarga dapat memiliki banyak arti dari berbagai sudut pandang. Dari film fiksi pun saya dapat belajar banyak hal. Walau tergolong fiksi, namun scene yang ada dalam film tersebut terasa lekat dengan kehidupan sehari-hari kita. Hanya saja, sama halnya dengan masakan, dalam setiap scenenya, film juga memerlukan bumbu agar terlihat lebih menarik. Walaupun seperti itu, banyak hal yang dapat kita pelajari dari setiap film yang telah dan akan kita tonton.
Saya juga mencoba terlibat dalam pembuatan film bersama teman-teman SMA saya. Saya mendapat peran pendukung tanpa dialog. Memasuki awal perkuliahan, saya mencoba mengembangkan diri dengan ikut serta dalam pembuatan film bersama Freefilm Production, komunitas jurusan KPI yang saya ikuti di Kampus UIN Bandung. Di komunitas ini saya belajar banyak hal seperti videographer, cameramen, actor, astrada, dan masih banyak hal lainnya.
Terakhir namun tak kalah pentingnya, saya ingin menuliskan bahwa film adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. (Effendy, 1986: 134)
Terimakasih bagi yang sudah membaca tulisan ini :)
Wassalamu'alaikum wr. wb
Komentar
Posting Komentar